jam 8 malam setelah baca majalah , seperti biasa gw mulai naik ke kamar kerja dan lansung onlen, ada beberapa site yang memang gw save di speed dial browser opera. Sedikit tertegun dan tersenyum begitu ada sebuah komunitas lahir ( but stupid) di social networking lagi yang naik daun di Indonesia, biasa gw termasuk sekian juta orang indonesia yang lagi demam site ini. sebuah komunitas lahir dengan nama Say no to megawati, say no to prbowo, say yes to sby. Ada pertanyaan di hati gw, ini kerjaan siapa ya, sedangkal itu kah pemikiran orang indonesia, se iseng itu kah bangsa ini, apa sih motivasi di balik semua ini, tersangkut masalah politik atau memang iseng saja. Ini kerjaan siapa, yang jelas menurut pemahaman gw, ini adalah kerjaan bangsa ini, yang notabene masih di bandrol dengan kesempitan pemikiran dan keterpurukan mental.Siapa bilang bangsa ini pintar, bangsa ini semakin memperbodoh dirinya dengan cara cara yang sangat tidak jantan, siapa yang membodohi? ya lansung gw jawab, yang membodohi adalah orang bodoh juga. Dari pesta demokrasi tanggal 9 april, semua mental caleg kita adalah mental yang takut jatuh, sangat takut dengan kemiskinan yang dia alami, sangat takut jika kehilangan kekuasaan, akibatnya banyak yang gila…kan?
masyarakat yang sudah mulai bisa membodohi para caleg, dengan tawaran politiknya, ” kalau bapak bisa membangun ini itu dsb, dll, kami pastikan tanggal 9 kami akan memilih bapak ibu. Mereka lakukan ini semua karena caleg banyak mengumbar dan memperdayai rakyat, jadi wajar semua ini kata mereka. Tapi jika hal ini terus berlanjut, dimana letak sebenarnya demokrasi itu, apakah kita akan manusia yang munafik, dan akan selalu mencari celah kesalahan, dan akan saling membodohi.Kapan semua ini bisa berakhir.Apakah kita harus menyalahkan cikal bakal reformasi yang dimulai tahun 98, menurut gw, bangsa ini hanya memanfaatkan celah reformasi menuju demokrasi, mereka bukanya ingin memanfaatkan untuk menjalankan demokrasi sebenar benarnya.Kita bukan menjalani reformasi pada sistim demorasi, tapi kita sedang dan telah menjalani revolusi demokrasi yang berakibat kehancura bangsa, terlalu banyak partai yang bertumbuhan. Yang menurut gw itu hanya benteng atau rumah rumahan yang diciptakan para petinggi di tanah air ini yang hanya dengan syarat pendirian partai, yang penting ada 5 orang pengurus di pusat , di daerah, di ranting, cabang, dan bikinnya tidak susah , yang penting punya dana operasional 100 juta, urus sertifikat, punya AD ART, punya visi dan misi dan ikut seleksi. Tinggal bayar atau negosiasi berkibarlah bendera partai tsb.Bangsa ini tidak pernah lelah untuk saling membodohi, semuanya bisa di beli dengan uang di negara ini, asal tidak sial saja ke tangkap dengan KPK.Jabatan 5 tahun itu bukan kebanggan, tapi adalah penderitaan 250 juta orang yang harus di emban. Jadi jangan tidur saat sidang lewat.Kalian bukanlah raja bagi kami, kalian adalah pelayan kami, jadi bantu kami dengan dedikasi kepada rakyat, kalian adlah pembantu dan pelayan kami, kita hanya terpisahkan oleh gaji 20 juta, rumah dinas dan protokoler. Selebihnya kalian harus membantu kami. Jadi jangan gila dan berbesar hati, ini adalah titipan dari ilahi, semuanya hanya sebuah template yang bisa terus berganti.
salam untuk negeri ini….5 tahun lagi gw ikutan caleg, dan kita akan saling membodohi ( mudah2an tidak)
